-->

SOAL ULANGAN TENGAH SEMESTER SANITASI HIGIENE

SOAL ULANGAN TENGAH SEMESTER SANITASI HIGIENE

  1. Bagaimanakah cara membersihkan peralatan yang terbuat dari alumunium dan Stainles Steel? Jelaskan !
  2. Sebutkan dan jelaskan macam-macam teknik pencucian peralatan!
  3. Jelaskan secara singkat langkah-langkah pembersihan dapur secara baik dari alat maupun ruang !
  4. Jelaskan 2 pengertian K3 (keselamatan dan kesehatan kerja) !
  5. Jelaskan 4 factor penyebab kecelakaan kerja!
  6. Jelaskan cara penanganan kecelakaan kerja pada 2 kasus luka bakar ringan dan perdarahan!
JAWABAN  
  1. Aluminium dibersihkan dengan air sabun, serbuk gosok halus atau vim, busa, dibilas sampai bersih lalu dikeringkan. Alat dari stainless steel dibersihkan dengan air sabun, busa atau spon, dibilas sampai bersih lalu dikeringkan atau dilap.
  2. Membersihkan perabot atau peralatan pengolahan makanan dapat dilakukan menggunakan 2 teknik yaitu : a. Teknik mencuci peralatan menggunakan tangan (washing by hand). Cara pencucian dengan menggunakan tangan sifatnya sangat sederhana dan tidak memerlukan peralatan yang mahal. Mencuci dengan tangan tetap memerlukan sanitasi, hygiene, dan efisiensi waktu. b. Teknik mencuci peralatan menggunakan mesin (washing by machine). Washing by Machine adalah proses pencucian semua jenis peralatan yang digunakan direstoran atau hotel yang menggunakan mesin. Mesin yang khusus untuk mencuci segala jenis gelas (glassware), yaitu glass washing machine, sedangkan mesin yang digunakan untuk mencuci hampir semua jenis alat (glassware, china ware, silver ware) yaitu diswashing machine.
  3. Langkah membersihkan peralatan dan ruang :
1. Membersihkan debu ( dusting & damp dusting )
a. Dusting
Dusting berarti membersihkan atau menghilangkan debu. Dusting sebaiknya dilakukan sesering mungkin untuk menghindari debu menjadi lengket.
b. Dump dusting
dump dusting adalah membersihkan kotoran atau debu yang sudah melekat dengan menggunakan lap lembab.
2. Menyapu
Dalam istilah perhotelan teknik pekerjaan menyapu dikenal dengan istilah sweeping”. Teknik ini diterapkan untuk membersihkan lantai. Teknik ini sangat efektif untuk membersihkan kotoran yang belum melekat/lengket pada semua jenis lantai kecuali karpet dan permadani.
3. Mengepel
Mengepel adalah membersihkan kotoran dengan lap lembab yang terdapat pada lantai
4. Membersihkan kaca
5. Menyikat lantai
Menyikat lantai atau brushing floor , karena alat yang digunakan adalah sikat.
6. Membersihkan Peralatan (scraping, flushing dan Soaking, washing, rinsing, sanitizing, dan toweling)

4.  Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) merupakan merupakan suatu upaya penting yang harus dilakukan terutama bagi dunia usaha/industri. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja menyatakan bahwa Keselamatan dan Kesehatan Kerja yang selanjutnya disingkat K3 adalah segala kegiatan untuk menjamin dan melindungi keselamatan dan kesehatan tenaga kerja melalui upaya pencegahan kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja.
Aspek ilmu: menyatakan bahwa K3 adalah ilmu pengetahuan dan penerapannya dalam upaya mencegah kemungkinan terjadinya kecelakaan dan penyakit akibat kerja.
Aspek praktis/etimologi: menyatakan bahwa K3 merupakan suatu upaya perlindungan tenaga kerja dan orang lain yang memasuki area kerja agar selalu dalam keadaan selamat dan sehat selama melakukan pekerjaan di tempat kerja serta penggunaan sumber dan proses produksi secara aman dan effisien.

5. Kecelakaan kerja dapat disebabkan oleh:
-  Mesin/peralatan yang digunakan saat melakukan pekerjaan, antara lain:
1) Peralatan tidak layak pakai, rusak atau tidak aman
2) Pisau tumpul/tidak tajam
3) Peralatan tidak bersih saat digunakan
4) Penggunaan alat yang sama untuk proses yang berbeda
- Bahan-bahan yang digunakan saat melakukan pekerjaan
1) Tertukar antara bahan makanan dengan bahan lain (additive)
2) Jumlah bahan additive yang digunakan berlebihan
-  Lingkungan yang tidak aman baik berasal dari fasilitas fisik, kimia dan biologis atau mikrobiologis, antara lain:
1) Ada api di tempat penyimpanan bahan yang mudah terbakar
2) Lantai licin atau terpapar minyak
3) Air dan aliran listrik berdekatan
4) Gedung kurang standar
5) Area kerja panas akibat proses pengolahan makanan
6) Pencahayaan dan ventilasi yang kurang atau berlebihan
7) Sistem peringatan berlebihan
8) Sistem penyimpanan bahan makanan yang tidak sesuai standar hygiene
9) Sifat pekerjaan yang berpotensi bahaya
       Kecelakaan kerja yang disebabkan oleh faktor manusia biasanya disebabkan oleh hal hal berikut:
a. Kecerobohan
b. Tidak mengikuti prosedur kerja
c. Kurang perhatian
d. Bersenda-gurau di area kerja
e. Kelelahan, bekerja berlebihan atau melebihi kekuatan diri
f. Kurang pendidikan
g. Kurang pengalaman
h. Salah pengertian terhadap tugas
i. Kurang terampil
j. Menjalankan pekerjaan tanpa kewenangan

6. Langkah-langkah penanganan luka bakar tingkat I dan II dengan luas luka ≤ 3 inci (7,6 cm), adalah sebagai berikut:
a) Buka atau singkirkan pakaian di sekitar luka bakar.
b) Aliri atau guyur terus menerus area yang terbakar dengan air dingin selama 10 atau 15 menit atau sampai rasa nyeri reda, agar panas tidak melebar ke jaringan kulit yang lebih dalam. Selain itu dapat juga dilakukan dengan dinginkan luka bakar dengan
kompres dingin atau kompres luka dengan kain kasa, atau dengan mengaliri luka dengan air kran. Air keran memiliki suhu yang konstan dan tidak mengikuti suhu tubuh, sehingga panas tidak masuk dan menjalar ke jaringan kulit lebih dalam. Jangan
tempelkan kulit yang memerah dengan es batu.
c) Olesi kulit yang luka bakar dengan krim anestesi atau gel lidah
buaya untuk luka bakar. Janga gunakan pasta gigi atau kecap.
d) Tutup luka bakar dengan perban kasa steril. Jangan gunakan kapas halus atau bahan lain yang membuat seratnya lengket
pada luka.
e) Jangan memecah lepuhan atau bulatan pada kulit, karena cairan pada lepuhan dapat melindungi kulit dari infeksi. Jika lepuhan
pecah, bersihkan setiap hari dengan air (sabun lembut juga boleh digunakan). Oleskan salep antibiotika. Tetapi jika muncul ruam
atau kemerahan, hentikan penggunaan salep, segera minta pertolongan medis jika timbul tanda-tanda infeksi, seperti nyeri meningkat, kemerahan, demam, bengkak atau berdarah.




0 Response to "SOAL ULANGAN TENGAH SEMESTER SANITASI HIGIENE"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel