-->

MIKROORGANISME: KLASIFIKASI DAN MANFAATNYA



A. Mikroorganisme

Mikroorganisme adalah makhluk hidup yang sangat kecil dan umumnya memiliki satu sel, sehingga tidak dapat dilihat dengan mata telanjang. Untuk melihatnya, kita perlu menggunakan mikroskop. Ilmu yang mempelajari mikroorganisme disebut mikrobiologi. Beberapa jenis mikroorganisme terbentuk dalam koloni yang dapat terlihat dengan mata telanjang, meskipun mayoritas dari mereka tetap tidak terlihat. Mikroorganisme ada di sekitar kita, termasuk dalam makanan. Oleh karena itu, setiap pengolah makanan harus tetap waspada saat mengolah dan menyajikan makanan.

Penting untuk memahami mikroorganisme karena mereka memiliki peran yang signifikan dalam makanan. Meskipun sebagian besar mikroorganisme tidak menguntungkan, ada juga jenis mikroorganisme yang memberikan manfaat bagi kehidupan manusia. Beberapa manfaat mikroorganisme dalam konteks makanan antara lain:

Proses Fermentasi: Beberapa mikroorganisme, seperti bakteri asam laktat dan ragi, digunakan dalam proses fermentasi untuk menghasilkan makanan dan minuman yang khas. Contohnya, bakteri asam laktat digunakan dalam pembuatan yogurt, kefir, dan kimchi, sedangkan ragi digunakan dalam pembuatan roti dan bir. Proses fermentasi oleh mikroorganisme ini memberikan rasa, aroma, dan tekstur khas pada makanan yang dihasilkan.

Pengawet Alami: Beberapa jenis mikroorganisme, seperti bakteri asam laktat dan kapang, memiliki sifat pengawet alami. Mereka menghasilkan senyawa antimikroba yang dapat mencegah pertumbuhan mikroba patogen pada makanan. Contohnya, bakteri asam laktat dalam proses fermentasi ditemukan dapat membantu mempertahankan keawetan dan keamanan produk makanan seperti sauerkraut dan daging asap.

Probiotik: Beberapa mikroorganisme yang hidup di saluran pencernaan manusia, seperti bakteri asam laktat dan bifidobakteria, dikenal sebagai probiotik. Probiotik memiliki manfaat kesehatan dengan membantu menjaga keseimbangan mikrobiota usus dan mendukung fungsi sistem kekebalan tubuh. Makanan yang mengandung probiotik, seperti yogurt probiotik, dapat memberikan manfaat kesehatan yang baik.

Meskipun ada manfaat yang signifikan, penting juga untuk menghindari pertumbuhan berlebihan atau kontaminasi mikroorganisme yang tidak diinginkan dalam makanan. Perawatan kebersihan yang baik dan pemahaman tentang kondisi yang menguntungkan bagi pertumbuhan mikroorganisme diperlukan dalam pengolahan dan penyajian makanan yang aman.

B. Klasifikasi Mikroorganisme

Mikroorganisme diklasifikasikan berdasarkan bentuk dan peranannya dalam kehidupan manusia. Berikut adalah klasifikasi mikroorganisme dan manfaatnya dalam konteks makanan:

Menurut Bentuknya:
  • Protozoa: Beberapa jenis protozoa dapat digunakan dalam produksi makanan fermentasi, seperti dalam pembuatan keju dan cuka.
  • Virus: Dalam konteks makanan, virus umumnya tidak memberikan manfaat langsung, tetapi penelitian tentang virus dapat membantu memahami dan mengendalikan penyakit yang ditularkan melalui makanan.
  • Kapang: Kapang dapat digunakan dalam produksi keju, tempe, dan saus dengan memberikan karakteristik rasa dan aroma yang khas.
  • Jamur mikroskopik dan ragi: Jamur mikroskopik dan ragi digunakan dalam produksi roti, bir, anggur, serta dalam fermentasi makanan lainnya.
  • Bakteri: Bakteri memiliki peran yang sangat penting dalam makanan, seperti dalam proses fermentasi, produksi yogurt, dan pengawetan alami.

Menurut Peranannya dalam Kehidupan Manusia:
  • Mikroorganisme patogen: Mikroorganisme ini dapat menyebabkan penyakit pada manusia melalui makanan yang terkontaminasi. Penting untuk menghindari kontaminasi dan memastikan kebersihan makanan.
  • Mikroorganisme pembusuk: Mikroorganisme ini menyebabkan kerusakan dan perubahan rasa pada makanan. Dalam jumlah berlebihan, mereka dapat menghasilkan bahan yang merusak dan menyebabkan pembusukan makanan. Kontrol kebersihan dan penanganan yang baik diperlukan untuk mencegah pertumbuhan mikroorganisme pembusuk pada makanan.
  • Mikroorganisme bermanfaat: Mikroorganisme ini memberikan manfaat dalam produksi makanan melalui proses fermentasi, pengawetan alami, dan pembentukan produk probiotik. Mereka membantu menciptakan rasa, aroma, tekstur, serta manfaat kesehatan pada makanan yang dihasilkan.

Dengan pemahaman yang baik tentang klasifikasi dan manfaat mikroorganisme dalam makanan, pengolah makanan dapat mengoptimalkan potensi manfaat yang positif dan menghindari risiko yang mungkin timbul akibat pertumbuhan mikroorganisme yang tidak diinginkan.

0 Response to "MIKROORGANISME: KLASIFIKASI DAN MANFAATNYA"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel